Mending ada, atau nggak ada?
08.41
Ya, jadi akan ada pembahasan tentang dua teori yang terkait perkembangan teknologi di era ini, yaitu Teori Teknologi Determisme dan Teori Konstruksi Sosial Teknologi.
Kita bahas yang pertama dulu ya..
Jadi, seperti yang ada di masyarakat, teknologi bukanlah suatu hal yang asing untuk dibicarakan. Teknologi terus mengalami perkembangan dan tentunya memberi pengaruh besar bagi sekitarnya. Mc Luhan juga mengatakan bahwa budaya pada manusia dibentuk oleh cara mereka berkomunikasi.
Menurut Teori Teknologi Determinisme perkembangan teknologi komunikasi dapat mempengaruhi kebudayaan yang ada di masyarakat. Perubahan itu sendiri terjadi karena pola pikir dari masyarakat yang sudah terpengaruh oleh teknologi tersebut. Hal itu juga ditandai dengan munculnya jenis-jenis baru dalam teknologi komunikasi. Terus contohnya?
Seperti gambar diatas, terlihat dua orang yang duduk di satu meja makan, dan sedang menyantap makan mereka. Mereka bertatap muka secara langsung, namun berkomunikasi lewat gadget mereka. Hal itu secara tidak langsung sudah mempengaruhi budaya yang ada. Jika dahulu, mereka bisa berkomunikasi secara langsung dan berdiskusi tentang suatu hal. Kini, masyarakat kebanyakan sudah sibuk dengan gadget nya masing-masing seolah dunia kini sudah ada di genggamannya.
Namun, Teknologi Determinisme juga memiliki banyak dampak positif. Antara lain adalah munculnya internet dan social media yang membuat komunikasi antar manusia bisa lebih mudah. Dulu, untuk berkomunikasi, masyarakat memerlukan banyak cara seperti surat-menyurat yang balasannya tidak dapat secara langsung. Sekarang, mereka bisa berkomunikasi lebih mudah misalnya dengan fitur chat yang membuat pesan yang dikirimkan bisa langsung dibalas oleh penerima nya.
Nah, bedanya dengan Teori Konstruksi Sosial Teknologi adalah kebutuhan manusia menentukan ada atau tidak nya teknologi tersebut. Nah contohnya apa sih?
Kita bisa melihat ke beberapa tahun yang lalu, jika kita membeli McD atau KFC atau makanan cepat saji lainnya, kita harus datang ke restaurant tersebut lalu mengantri dan membeli. Bagaimana kalau kita tidak punya waktu untuk pergi kesana? Dengan adanya Teori Konstruksi Sosial Teknologi ini, memudahkan masyarakat untuk memesan makanan tersebut. Berawal dari layanan pesan antar yang awalnya kita harus memesan lewat telfon, kini kita bisa mengakses menu sekaligus memesannya lewat internet atau aplikasi yang mereka buat.
Tidak hanya itu, namun munculnya aplikasi transportasi seperti Uber, Grab, dan Go-Jek membuat masyarakat kini mudah untuk mobilisasi ke manapun. Tidak hanya bisa antar-menjemput penumpang, namun aplikasi tersebut juga bisa digunakan untuk memesan makanan, membeli keperluan di supermarket, mengantar barang, dan lain-lain. Keren kan?
Referensi:
Postman, Neil. 1992. Technopoly The Surrendeer of Culture to Technology. Vintage Books: United States.
Yasmin
Nur Fatimah A
1506686192


1 komentar
yuhu
BalasHapus