Ada Apa dengan Media?

21.51

Media Konvergensi lebih dari sekadar pergantian dalam teknologi. Konvergensi juga memengaruhi hubungan antara teknologi yang ada, industri, pasar, genre dan khalayak. Konvergensi juga merujuk kepada suatu proses bukan sebuah akhir.
Contohnya adalah telepon genggam. Dulu, kita menggunakan media ini untuk berkomunikasi dengan keluarga yang jauh, atau teman yang dirindukan. Tapi ya.. hanya untuk sekedar menelepon saja, dan produksinya yang masih minim membuat tidak semua masyarakat memilikinya. 

Namun, seiring berjalannya waktu, telepon genggam memiliki banyak mengalami perkembangan. Berawal dari munculnya fitur pesan singkat, yang bisa digunakan masyarakat untuk mengirim pesan. Lalu bertahun-tahun sesudahnya sudah banyak telepon genggam yang memiliki fitur yang lebih beragam, seperti bisa memainkan games, bisa mendengarkan lagu atau radio, bisa digunakan untuk memotret dan merekam video, dan mengakses internet. Berbagai macam fungsi ini dapat juga diaplikasikan pada media lain. 

Di dalam konvergensi terdapat sembilan poin penting yang terkait dengan negosiasi antara produser dengna konsumer. Salah satunya adalah:

Rethinking media aesthetics!

Hal ini merupakan komoditas intertekstual baru seperti franchise yang berkembang dalam berbagai kanal media dalam hasil yang direpresentasikan dengan konvergensi media. Dahulu karya yang sukses pada suatu medium akan dikembangkan lagi pada media lain atau dibuat lagi series yang berhubungan tapi tidak begitu berguna. Maka dari itu, media terkini membuat franchise yang lebih terintegrasi dengan cara menggunakan media lain yang berbeda namun tetap berkontribusi dalam menguak narrative universe tersebut. Namun masing-masing media pertama harus tetap independen untuk menarik perhatian dari para konsumer.

Contohnya adalah film Ada Apa Dengan Cinta. 

sumber: google

Film ini merupakan film hasil karya dari Indonesia, yang mereka juga menggunakan berbagai media dalam mengembangkan narrative universe. Mereka menggunakan media iklan dalam berbagai macam brand, sticker aplikasi line, novel dan buku puisi. 

Teori ini dapat mempertanyakan akankah transmedia storytelling seperti contoh diatas akan memperkaya  popular culture atau malah membuatnya semakin mudah diprediksi atau formulaic?

Nabila Cyrilla Imani 1506756192
Yasmin Nur Fatimah 1506686192


You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images