Ayodong, kan udah ada yang punya!

08.11

Kemarin, saya sempat ngobrol-ngobrol dikit sama teman saya ngomongin tugas. Kira-kira begini,

“itu loh Min, ade gue kemarin nonton Moto GP terus iseng dia rekam di hp nya biar buat dia tonton lagi kalo mau tidur.. Eh, terus dia bilang kalau dia upload ke youtube. Tiba-tiba dia di e-mail, eh terus videonya diapus
“Waduh? Cuma karna upload video orang balap motor?”
“Itu nggak "cuma" Min, sekarang nih youtube, jangankan lo upload video yang kayak gitu, lo bikin video yang pake original soundtrack aja bakal ditegur sama mereka, video lo bakal diapus, bahkan bisa di banned”

WAH IYA?
Kenapa ya tuh? Kena hak cipta? Apasih tuh...
 
Jadi, menurut buku yang saya baca yaitu buku Media Today, dituliskan bahwa copyright; the legal protection of a creator’s right to a work. Dengan begitu, semua karya yang dibuat oleh seseorang memiliki perlindungan hukum agar tidak di pergunakan secara ilegal dengan orang lain. Nah, enak kan jadinya kalo punya karya dan bisa dijagain sama hukum? Jadi pengen punya karya nih biar ikutan dijagain... hehe.

Sebenarnya, secara tidak langsung, adanya internet yang semakin canggih ini juga menimbulkan pertumbuhan kasus hak cipta semakin melebar. Ada juga muncul istilah prosumerism, dimana khalayak kini sudah aktif untuk menjadi produsen dan konsumen sekaligus. Kreativitas mereka menciptakan karya-karya baru yang kini bisa disebarluaskan secara online, dan dikonsumsi oleh banyak orang.

Apa sih contohnya?
Contohnya, apaya? Gini gini.. Banyak banget kan sekarang nih kalo mau download lagu di Google semudah itu, dan kita nggak perlu bayar sepeserpun buat download lagu itu. Kayak gini misalnya,

 sumber: google.com

Tuh, kita bisa banget download lagu di berbagai website dengan free alias nggak berbayar sama sekali. Gimana coba rasanya kita punya karya terus nggak dapet royalti nya sama sekali karna karya kita disebarluaskan di internet secara gratis? :(

Gak cuma dibidang seni aja (selain lagu, ada juga film-film), tapi juga ada kasus misalnya nih kita pengen install software untuk laptop tapi harganya super mahal. Hal itu membuat kita nih, apalagi mahasiswa-mahasiswa gini, lebih memilih buat beli yang bajakan aja. Kasus ini gak cuma hanya ada di Indonesia, tapi di berbagai belahan dunia pasti kejadian!

Nah, terus ada lagi nih dimana istilah fair use dikenal di khalayak. Itu adalah izin yang diberikan kepada seseorang atau lembaga untuk menggunakan sebagian kecil karya orang lain, TANPA meminta izin kepada pemiliknya terlebih dahulu. Tuh.. sampe di caps "TANPA" nya haha. Bisa dicontohkan dengan kasus tadi juga yang mengenai software untuk komputer. Kadang, karena kebutuhan akademis yang menuntut kita untuk menggunakan microsoft yang paling terbaru, membuat kita mencari cara agar gak kalah nih sama temen-temen dikampus biar up-to-date juga. Tapi diinget lagi yaa, ini hanya untuk keperluan akademis, dan masalahnya lagi memang fair disini belum memiliki batasan sampe mana sih kita bisa bilang kalo fair?
 
Terus apakah ada hukumnya? Pasti dong, secara jelas dijabarkan di Undang Undang No. 28 Tahun 2014. Gak cuma harus bayar denda yang gede banget, tapi juga bakal dapet pidana penjara, hiiii....

Makanya, coba deh sekarang bisa dibaca-baca lagi mengenai Hak Cipta, biar kita sebagai pengguna teknologi informasi bisa lebih cermat lagi untuk menggunakannya. Semoga, juga jauh-jauh deh dari hukumannya.. Amin.

Sekian dari saya,
Terimakasih banyak semoga berguna. :)

Referensi:
Turow, Joseph. Media Today 5th Edition (2014). Routledge, New York.
Collins, S., Recovering Fair Use (2008) M/C Journal vol. 11, number 6
http://www.hukumonline.com/pusatdata/download/lt5460687f0c59d/node/lt5460681737444

Yasmin Nur Fatimah A 
1506686192

You Might Also Like

2 komentar

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images